#MemesonaItu, Tetap Bahagia di Kala Badai

by Maya Mai Farnomisa / 22 May 2017
Beberapa hari lalu, saya diingatkan timeline facebook. Memori timeline pada 2011 lalu muncul dan mengungkit kembali ingatan akan makna bahagia.


Saya menulis

"Bahagia itu kita yang tentukan. Mau susah atau sedih, kita yang atur. Atur mindset"

Yap, insight yang saya dapat setelah mendalami Ilmu Psikologi dan mencermati perilaku manusia, bahagia itu kita yang tentukan.

Kenapa bisa begitu?

Ada orang yang di kala susah, akan merasa sedih luar biasa dan hancur dunia persilatan. "Huaaa, lagi ga punya duit, handphone rusak, pulsa listrik hampir habis, anak sakit, admin sekolah nagih bayaran, bensin buat jalan kurang. Pusiiing"
Biasanya, yang model begini akan banyak mengeluh, selalu merasa kurang, dan melihat berbagai hal dari sisi negatif.

Tapi ada juga yang ketika dihadapkan pada musibah, dengan entengnya bilang "ah, rejeki ga ke mana" atau "ya udah lah, nanti juga dapat gantinya". Ketika difitnah "mungkin dia lelah, butuh piknik, makanya kelakuannya begitu".

Bolak balik telpon seseorang, tapi tak diangkat

Si negatif akan bergumam "ah dia ga mau terima telpon saya nih, mungkin dia benci saya"

Tapi di sisi lain, jika sedikit saja mindset diubah, bisa jadi responnya akan seperti ini "mungkin dia lagi mandi/tidur/meeting/handphonenya rusak, nanti coba telpon lagi deh

Tak banyak orang yang mampu tetap berpikir positif dan bahagia kala badai tengah melandanya.

Padahal, kalau kita bisa mengubah sedikit saja mindset kita, bahagia bisa kita dapat.

"Ahh, kog begini amat ya hidup, kapan saya bisa bahagia" coba ubah jadi "ahhh, Allah maha baik sama saya, dikasih ujian biar naik kelas. Moga-moga setelah naik kelas, dapat hadiah yang berlimpah".

Enakan mana, cara berpikir yang pertama dengan kedua?

Bukan sekali dua kali saya dilanda badai. Mulai dari suami yang jobless, uang sekolah yang belum terbayar, hingga uang yang tersisa hanya 2ribu!

Pernah ngalamin suami sedang ga ada kerjaan dan bingung harus mencari nafkah dari mana? Saya? Pernah.

Apakah saya sedih?

Bohong donk ya kalau saya ga sedih. Tapi bagaimana mengelola kesedihan itu agar tidak berlarut-larut dan mengubahnya menjadi energi positif?

Salah satu cara agar saya tetap bahagia di kala badai melanda adalah menghirup aroma yang menyegarkan untuk membangkitkan mood dan menenangkan diri. Vitalis body scent Bizarre beraroma Violet, Lotus, Blackcurrant, Sandalwood, dan Marine, mampu membangkitkan mood dan merubah energi negatif menjadi lebih positif.


Itu sebabnya, parfum menjadi salah satu benda wajib yang selalu ada di tas. Menjaga sewaktu-waktu sedang tidak berenergi, atau dilanda badai dan bad mood, tinggal semprot. Mood positif pun bisa saya dapat. Saya bisa kembali berpikir jernih. Mengatur mindset untuk tidak berpikir negatif.


Jika mood sudah didapat, pikiran jernih akan lebih mudah muncul. Badai sekalipun akan bisa dihadapi dengan senyum bahagia. "Ahh, mungkin ini hanya cobaan kencil. Setelah ini mungkin akan ada hadiah yang lebih besar".