Tampil ceria dan percaya diri dengan Vitalis

by Fransisca Theresia / 22 May 2017

"Happiness is perfume, you can't pour it on somebody else without getting a few drops on yourself"

-James Van Der Zee -


Tanpa mencobanya terlebih dahulu, kita tidak akan pernah tahu kalau parfum itu akan menjadi bagian yang juga membentuk karakter kita. Parfum itu adalah suatu hal yang sangat terlihat jelas, namun tidak akan pernah bisa dilupakan. Kenapa? Karena parfum sudah menjadi identitas kita. Parfum akan selalu melekat pada diri kita, sehingga parfum lebih menceritakan diri kita daripada apa yang kita tulis.


This is my story. A true happiness story with my perfume.


~ Here the story begins ~


Namaku adalah Fransisca, biasa teman memanggilku Sisca. Aku seorang mahasiswi di suatu Universitas di Surabaya. JIka ditanya siapakah diriku, mungkin aku tidak bisa benar-benar menuliskan siapa diri aku sebenarnya. Tapi parfumku yang akan menceritakannya. 

Dulu, aku bukanlah orang yang percaya diri. Aku orang yang cukup minder dan tidak menyukai diri aku apa adanya. Aku selalu berpikir hal-hal yang negative dan selalu memikirkan apa yang akan orang katakan. Karena itu, terkadang aku menjadi orang yang cukup muram dan bahkan pesimis. 

Ada suatu kali, temanku berkata, "Sis, kenapa kok kalau jalan, kamu selalu menunduk terus?". Sempat aku terdiam dan aku tak tahu apa yang aku harus katakan. Bahkan, aku sendiri tak menyadari bahwa diriku selalu menatap dan menunduk kebawah. Tapi, akhirnya, aku pun mengerti, ternyata aku tidak percaya diri, apalagi jika orang menatap mataku secara langsung. Bahkan, jika temanku mengajak foto bareng, aku yang lebih rela untuk menjadi fotografernya. 

Pernah juga suatu ketika, aku harus presentasi dan bicara di depan banyak orang. Sempat aku merasa takut, bahkan tidak sedikit aku selalu khawatir dan gugup ketika bicara di depan banyak orang. Sempat juga aku ingin melarikan diri, berdiam di rumah dan menutup diriku di bawah bantal.

Tapi, singkat cerita, aku ingin sekali berubah. Namun saat itu aku tidak tahu bagaimana cara aku bisa berubah. Aku ingin tampil lebih ceria dan percaya diri. Aku ingin tampil memesona. Karena bagi aku, #Memesonaitu adalah tampil ceria dan percaya diri. Percaya diri saja tidak cukup, dan vice versa. Ceria dan percaya diri haruslah seimbang.

~~~~~~~~

Suatu ketika, ada temanku yang suka sekali melihat TED. TED ini selalu memposting talks online, dimana semua motivator, pembicara, dll berkumpul untuk menceritakan hal-hal yang inovatif dan inspiratif. Disitulah, aku bertemu sosok potret yang menjadi panutanku. Namanya adalah Amy Cuddy. Dalam videonya, dia berkata "Don't fake it till you make it, fake it till you become it". At first, aku bingung kenapa kita harus fake it. Apakah "Fake it" disini kita harus menjadi orang lain? Bukankah hal tersebut justru membuat kita terlihat palsu, pura-pura, bahkan tidak menjadi diri kita sendiri?. 

Bukan. Yang dia maksud tidaklah seperti itu. Tetap kita harus menjadi diri kita, tapi yang dimaksud adalah membuang sosok yang negatif dan menjadi seseorang yang akan memesona. Tapi, pertanyaannya adalah, apakah bisa?

Ya, bisa. Aku salah satunya.

"Our bodies change our minds, and our minds can change our behavior, and our behavior can change our outcomes. So, if the goal is confidence - Don't fake it till you make it... Fake it till you become it."

- Amy Cuddy -

Semua orang bisa berubah, bahkan kebiasaan kita pun bisa kita berubah. Dari situlah, aku belajar untuk fake it not till I make it, but till I truly become it. Aku pun belajar untuk percaya diri. Aku belajar untuk memberikan senyum yang terbaik. Bukan sampai ketika aku berhasil melakukannya, tapi sampai aku menjadi seperti itu. Sampai hal tersebut sudah menjadi bagian dalam karakter dan hidupku yang tak akan bisa dipisahkan lagi. Dari yang tidak minder, menjadi percaya diri. Dari yang muram, menjadi lebih ceria. Dari yang malu untuk difoto, sekarang lebih berani tampil. Dari yang gugup ketika berbicara di depan banyak orang, sekarang bisa menjadi lebih memesona. 

Tapi, ketika aku hendak memulai semua itu, ada seorang penolong lainnya yang membantu untuk membentuk karakterku seperti itu. Ya, itu adalah sebuah parfum. Parfum Vitalis. 



Ketika aku hendak merubah diriku seutuhnya, aku memulainya dengan mencoba untuk merubah penampilanku. Aku mencoba parfum Vitalis Body Scent. Ketika aku memakainya pertama kali, aku langsung mengetahui ini dia yang akan menjadi identitasku yang baru. Sebuah parfum yang akan merubah duniaku agar tampil memesona dengan percaya diri dan tampil lebih ceria. 

Dan benar, sejak aku menggunakan parfum ini, aku jadi terlihat lebih percaya diri. Guess why? Karena dari pertanyaan temanku yang selalu berkata, "Kamu ada yang berubah ya". Dari kata kata seperti itu, aku merasa parfum ternyata dapat merubah diriku.

Sejak aku memakai parfum Vitalis Body Scent ini, aku pun jadi berubah. Aku jadi tampil lebih percaya diri. Hari-hariku yang aku rasa muram, sekarang tidak lagi. Berkat parfum Vitalis juga, aku pun menjadi lebih confident dan lebih cheerful.



Can't you see how happy I am in this picture?

Ya, parfum Vitalis yang membuat diriku lebih bahagia dan lebih mencintai diriku.

Dan sekarang, aku sudah tidak takut lagi yang namanya presentasi atau bicara di depan orang. Dengan beraninya, aku dapat berbicara lebih natural dan tampil percaya diri tanpa perlu khawatir apa yang dikatakan orang. 

Semenjak aku memakai parfum ini, teman-temanku pun berkata aku banyak berubah. "Sisca berubah ya, jadi lebih cantik, percaya diri". Dan tidak sedikit juga yang berkata, "Sis, rahasianya apa kok kamu sekarang berubah, lebih cheerful gitu". Aku cuma bisa jawab, "My perfume, my 'now'-identity". 

~~~~~~~~~~~~

Parfum Vitalis yang aku gunakan adalah Vitalis Body Scent variant Blossom. Entah kenapa parfum ini sudah seperti menjadi identitasku yang sekarang. Tampil feminine adalah identitasku, karena keceriaan dapat membuat kita terlihat feminine. Bahkan parfum ini juga dapat membuat kita percaya diri akan tubuh kita. 


Jika aku ingin review parfum Vitalis ini. Wanginya itu enak, dan yang terpenting wanginya ini tahan lama. Tahan hingga seharian. Dan yang paling aku suka dari parfum ini adalah wanginya yang seperti wangi bunga-bunga itu terasa sangat soft, dan bukanlah wangi yang sangat menyengat ataupun terlalu menyenggrak. Karena sebenarnya wangi yang soft itu akan langsung menyatu dalam diri kita. 


Aku juga suka banget dengan packagingnya yang cukup minimalist sehingga bentuknya terlihat sangat elegant. Warna kemasannya juga terlihat glamour ditambah dengan gambar bunga yang membuat packagingnya terlihat sangat anggun. Kemasannya pun cukup ramping, sehingga mudah untuk dibawa kemana-mana, ditaruh di dalam tas, bahkan pouch pun juga cukup.

Waktu pertama kali aku menyemprotkan parfum ini, parfum ini terasa sangat segar seperti memberikan energi positif sehingga bisa membuat aku merasa percaya diri. Bahkan kandungan aromanya yang soft ini memberikan efek relaksasi yang dapat menenangkan hati dan mengubah mood jadi lebih tenang dan damai. 



So, overall aku suka banget dengan parfum ini. Karena dapat memberikan aku percaya diri, membuat moodku jadi lebih ceria, dan aku pun tampil memesona. 




If I could smile like this, it's because of Vitalis 'Body Scent' Perfume which makes me more confident and cheerful.

Thank you for making me smile like this.