Pulau Flores Memikat Hatiku, Vitalis Menemaniku

7 shares
by Yelli Sustarina / 15 May 2016


   ‘Gemu Fa Mi Re’, itulah lagu yang menarik perhatianku untuk berkunjung ke pulau Komodo ini. Lagu itu pertama kali aku dengar di minggu pagi setelah kegiatan senam Jantung Sehat. Setiap minggu pagi aku rutin mengikuti kegiatan senam, yang diadakan oleh Yayasan Jantung Indonesia cabang Kota Banda Aceh. Biasanya setelah senam jantung sehat, ada tambahan senam yang aransemen musiknya dari lagu-lagu daerah di indonesia. Kebetulan saat itu, lagu yang berasal dari pulau Flores ini, ‘Gemu Fa Mi Re’ yang diputarkan. Gerakan senamnya cukup unik, menarik, dan membuat badan ingin terus bergerak. Lagu itu berhasil menghipnotisku dan beberapa peserta senam lainnya, sehingga gerakan senamnya diulang sampai beberapa kali. Sepanjang perjalanan pulang yang ku ingat liriknya “Ke kiri, ke kiri, ke kiri dan ke kiri”. Aku bertekad ingin mencari lagu itu lewat mesin pencari Google dan Youtube.

      Aku menuliskan beberapa kata kunci untuk mencari nama lagu itu, dan akhirnya ketemulah dengan sebuah vidio di youtube tentang lagu ‘Gemu Fa Mi Re’. Slide  gambar di vidio itu menampilkan beberapa objek wisata yang ada di Nusa Tenggara Timur, yang membuat mataku terpana melihat keindahan alamnya. Aku bertekad ingin pergi kesana. Setiap malam sebelum tidur, Aku memutarkan vidio itu sampai beberapa kali, berharap mimpiku bisa membawaku ke Pulau Komodo. “Uhhhh.., andaikan Aku diberi kesempatan untuk memilih liburan, aku mau ke NTT kataku dalam hati”.

     Keinginanku semakin memuncak ketika melihat beberapa postingan photo seniorku, yang sedang mengikuti Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terpencil dan Terluar (SM-3T) di Pulau Flores. Photo-photonya membuatku iri, semua yang Aku lihat di vidio lagu Gemu Fa Mi Re, ada photo dia dengan background belakangnya tempat-tempat wisata di Pulau Flores. Adrenalinku pun meningkat, seolah gerak tubuhku mengharuskanku untuk mencari cara supaya bisa ke Pulau Flores. Akhirnya Aku menemukan sebuah lomba kontes Blog Vitalis, berhadiah liburan Eksotis Bareng Teman. Hadiahnya 2 tiket liburan eksotis bersama teman. Inikah jalanku menuju Pulau flores Tuhan.., Aku pun langsung menghubungi seniorku yang sedang berada disana, dan memintanya menceritakan pengalaman liburannya.

      Ternyata., oh., tenyata Pulau Flores bagaikan surga dunia bagi yang mempunyai hoby jalan-jalan seperti diriku. Aku seorang traveler pencinta pantai dan laut. Aku bertekad ingin mengumpulkan pasir dan batu karang dari pantai-pantai di seluruh Indonesia. Pulau Flores targetku saat ini, lebih spesifiknya menuju ke Pulau Komodo. Destinasi wisata yang paling menarik kata seniorku, inilah surga bahari yang menjadi alasan terkuatku ingin berkunjung ke tempat ini. Lewat cerita seniorku yang sedang menikmati alam Pulau Flores, aku dapat menyimpulkan betapa eksotisnya tempat itu.

     Disana ada Kampung Tradisional Ae Rebo, Rumah Todo, Sawah seperti jaring laba-laba atau yang disebut Lodok, Pantai Pink, Danau Ranamese, Danau Sano, Pulau Kelelawar dan yang paling terkenal ialah Pulau Komodo. Aku teringat kembali di vidio Lagu ‘Gemu Fa Mi Re’, ternyata lagu itu berasal dari Maumere Kabupaten Sikka, NTT kata seniorku. Jika aku ingin mewujudkan impian liburan eksotisku ke Pulau Flores, berarti aku harus melewati 6 bandara.

     Aku tinggal di ujung Pulau Sumatera, yaitu Provinsi Aceh. Perjalanan menuju Flores dimulai dari Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, kemudian transit ke Kota Medan Bandara Kuala Namu, lanjut lagi ke Jakarta Bandara Soekarno-Hatta. Dari Jakarta langsung ke Surabaya di Bandara Juanda. Setelah itu lepas landas lagi ke Kupang Bandara Eltari. Dari Kupang naik pesawat Transnusa menuju Kab. Manggarai (Bandara Frans Sales Lega).  Untuk menambah ke eksotisan perjalanan ini, Aku sudah menanyakan ke seniorku apakah orang-orang disana mau menerima tamu untuk Home Stay di rumah mereka. Ternyata mereka sangat senang dengan tamu-tamu dari luar dan memperlakukannya dengan ramah. Aku membayangkan bagaimana rasanya tidur di Rumah Todo yang menjadi ciri khas dari orang-orang Pulau Komodo itu. Sesampai disana tentunya aku ingin menuju Pulau Komodo, tempat hidupnya kadal raksasa yang hanya ada di pulau ini. Dari Dermaga Labuhan Bajo Kabupaten Manggarai, kita menaiki kapal yang berkapasitas 60 orang. Diatas kapal tersebut kita bisa melihat keindahan pulau-pulau kecil seperti Pulau kelor, Pulau Padar, Pulau rinca, Pulau Gili, dan beberapa pulau kecil lainnya. Dan akhirnya tiba di tempat yang di tuju, Pulau Komodo. Wah.., bahagianya diriku jika bisa mewujudkan itu semua.

     Impianku untuk berlibur ke Pulau Flores sudah aku petakan di buku mimpiku. Lewat cerita-cerita yang disampaikan oleh seniorku, aku sudah terbayang bagaimana perjalananku nantinya kesana. Memangsih, aku sering memimpikan segala sesuatu sebelum hal itu benar-benar terjadi. Bagi ku mimpi itu gratis, jadi., bermimpilah sepuasnya. Dan benar saja, setiap perjalanan travelingku, semua berawal dari mimpi-mimpi sebelumnya. Aku sangat percaya dengan yang namanya impian, bahkan untuk menemani perjalananku supaya tetap segar, aku memilih ‘Vitalis Body Scent Glamorous Dream’. Wanginya sungguh menyegarkan dan bisa digunakan dalam kondisi apapun. Parfum inilah yang menyelamatkanku dari bau yang tidak sedap selama perjalanan. Terimakasih ‘Vitalis Body Scent Glamorous Dream’, yang telah setia menemani perjalananku selama ini.