Mencicipi Kota Medan dan Menyapa Danau Toba

1 share
by Sabatina Putri Wijaya / 15 May 2016

Impian berikut pun bukan hanya sekedar impian saya saja, tetapi juga terinspirasi oleh keharuman Vitalis Eau de Cologne Magnifique. Ada perpaduan orange, tangerine, musk, dan woody yang segar. Sangat cocok untuk pribadi yang aktif dan feminin. Sama seperti saya yang menyukai traveling tetapi tetap tercium aroma feminin.


Mie Medan


Saya sangat tergiur untuk pergi ke Medan adalah karena : Wisata Kuliner! Ya, saya membayangkan jika saya ke sana, saya akan makan banyak jenis makanan lokal yang enak. Baik, nampaknya sarapan akan sangat lezat dengan makan roti dan minum kopi di Kopi Apek, yang sudah terkenal sejak tahun 1920-an. Lalu, saya akan berkunjung ke Restoran Tiptop. Katanya restoran itu selain memiliki makanan yang lezat, juga menawarkan suasana jadul karena restoran tersebut masih mempertahankan bangunan Belanda. Kemudian, untuk pencuci mulut, sangat disayangkan jika tidak makan durian di Durian Ucok. Katanya jika durian yang kita makan ternyata tidak manis atau kurang enak, bisa ditukar dengan durian lainnya tanpa biaya tambahan. Wah, ini pasti kesempatan saya untuk makan durian banyak-banyak! Malamnya, saya ingin makan di Merdeka Walk, atau Kesawan Square, di mana saya akan dibawa ke masa lampau dengan bangunan-bangunan tua di sekitarnya. Mungkin juga akan berkunjung ke Jalan Semarang, yang sudah terkenal dengan berbagai kuliner khas Medan dan tempat hiburan sejak tahun 1960-an. Saya rasa saya akan bingung makan apa, karena katanya di sini banyak sekali jenis makanan yang tentunya saya ingin coba semuanya. Ada Martabak Medan, Mie Medan, atau Nasi Bebek Hainan. Semuanya terdengar enak, bukan?

Selain makanan, sebenarnya ada beberapa tempat yang ingin saya kunjungi. Rumah Tjong Afie misalnya. Saya sangat penasaran bentuk asli dari rumah itu. Katanya Beliau orang terkaya di jamannya dan rumahnya besar sekali dengan arsitektur Tionghoa dan kolonial. Selama berkeliling di rumah tersebut, pasti saya akan berimajinasi apa yang terjadi di rumah tersebut satu abad yang lalu. Selain rumah Tjong Afie yang legendaris, ada pula Gedung London Sumatera yang juga merupakan bangunan peninggalan kolonial yang didirikan di sekitar abad ke-19 dan masih berdiri kokoh. Katanya, di dalamnya ada lift yang sudah berusia kurang lebih 100 tahun. Kemudian, saya ingin mengunjungi Kampung Keling karena unik sekali ada kampung yang berpenduduk orang India, di kota yang berpenduduk mayoritas orang Indonesia. Saya membayangkan selama di Medan saya pun naik bentor, transportasi yang jarang ditemui di kota lain di Indonesia.


Danau Toba, dilihat dari Balige


Melipir sedikit keluar dari kota Medan, saya akan mengunjungi Danau Toba yang sangat indah, apalagi jika dilihat dari Balige. Danau yang lebih luas dari daratan Singapura ini, terlihat sangat biru air danaunya, dan cantiknya perbukitan di sekitar Danau Toba. Begitu pun dengan Pulau Samosir yang ingin saya kunjungi. Saya ingin melihat kebudayaan Batak dengan melihat Sigale-gale dan rumah-rumah adat bekas peninggalan kerajaan setempat.

Oh iya, sebelum pulang dari Medan, tentunya tidak ketinggalan saya akan membeli Bolu Meranti, Bika Ambon, dan Pancake Durian sebagai oleh-oleh! Saya akan masih merasakan Medan ketika pulang ke kota asal saya di Bandung.


*gambar diambil dari Google Images