My Exotics Vacation: Raja Ampat, So Much Beauty in One Picture

5 shares
by Levina Mandalagiri / 15 May 2016

A picture worth a thousand times, begitu pepatah bilang. Mungkin kalian akan tertawa atau memandang sebelah mata. Tapi percayalah bahwa sebuah foto menceritakan banyak hal, tanpa perlu banyak kata. Sebuah foto pun bisa membuat saya bermimpi akan liburan eksotis di pulau nun jauh di ujung Indonesia.

 

Ini foto liburan keponakan saat dia berlibur di Raja Ampat. Suaminya bilang, dan saya pun, juga yang lain, bahkan mungkin kamu akan bilang:

so much beauties in one picture, no words can describe.”


Foto ini mengingatkan saya pada permintaan si kecil, Aisya, yang pada suatu siang, tiba-tiba meminta berlibur ke Raja Ampat. “Bu, liburan ke Raja Ampat yuk!”

 

Saya tentu saja kaget dengan permintaannya. “Ade tahu dari mana tentang Raja Ampat? Tahu tidak berapa ya ongkos ke Raja Ampat?” Tanya saya menggodanya.

 

“Dari TV, Bu. Bagus banget lho, Bu. Lautnya indah. Ada mutiaranya segala lho, Bu!” Serunya dengan antusias. “Ibu kan punya ATM, uangnya tinggal ngambil dari mesin ATM. Terus uangnya buat ke Raja Ampat,” lanjutnya dengan pandangan polos tanpa dosa. Saya pun hanya bisa meringis. Bocah kecil itu tahunya kartu ATM bisa digesek setiap saat.

 

Raja Ampat. Itulah tempat yang eksotis yang ingin saya kunjungi bersama keluarga. Saya selalu rindu lautan, pantai, pepohonan hutan-hutan, dan mentari. Buih-buih air laut yang tertinggal dari jejak-jejak perahu motor, tiupan angin laut yang dingin menampar pipi, hangatnya sinar mentari yang menembus lapisan kulit terbuka, dan hijaunya pohon-pohon membuat pikiran rileks dan segar. Perpaduan semuanya memberikan aroma yang memukau dan memberikan vitalitas untuk menyongsong esok hari.

 

Kenapa harus ke Raja Ampat?

 

Tempat yang ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penyelam berkebangsaan Belanda pada tahun 1990 ini menyimpan sejuta pesona. Max Ammer yang tadinya mencari keberadaan sisa Perang Dunia II, bukan hanya menemukan  bangkai-bangkai pesawat dan kapal perang yang karam, tetapi juga menemukan keindahan bawah laut yang menakjubkan.

 

Nah, berikut adalah alasan lengkap saya, kenapa harus berkunjung ke sini:

 

1.  Pulau yang Masih “Perawan” itu Menakjubkan

Ada banyak pulau di area Papua Barat. Konon ada sekitar 610 pulau yang tersebar, tetapi hanya puluhan yang berpenghuni. Pulau-pulau ini laksana satu kesatuan utuh membentuk Raja Ampat yang diakui keindahannya, bahkan oleh dunia internasional sekalipun. Pantai pasir putih, hutan-hutan hijau yang rimbun, air laut yang biru, keanekaragaman hayati, dan gugusan pulau-pulau kecil seperti kerumunan hijau di tengah birunya laut bagaikan batu safir yang menyihir mata.

 

2.  Keanekaragaman Budaya & Keramahan Penduduknya

Melihat foto di atas, menyaksikan antusiasme anak-anak Papua, sungguh membuat saya ingin menjejakkan kaki di Raja Ampat. Muka-muka yang ceria, kulit yang eksotis, mata yang berseri, membuat hati saya tidak kuasa menolak keindahan ini. They look so adorable!

 

3.  Kekayaan Biota Bawah Laut yang Terbanyak di Dunia

Yang ini adalah fakta tidak terbantahkan. Di Raja Ampat ada kurang lebih 600-an spesies karang, 1700-an spesies moluska dan 1500-an jenis ikan yang menghiasi dasar lautan. Bisa dibayangkan dong bagaimana indahnya surga bawah laut di sana...

 

4.  Pemandangan yang Spektakuler

Melihat foto-foto Raja Ampat, harus saya akui, daerah Indonesia Timur sungguh sangat eksotis dengan pemandangan spektakuler. Lautan biru, pasir pantai dengan pancaran sinar matahari yang membuat warna kulit akan semakin kecoklatan yang banyak orang bilang akan terlihat eksotis dan seksi.

 

5.  Mengabulkan Impian si Cantik

Si cantik ini menginginkan berlibur ke Raja Ampat yang eksotis. Membantu mewujudkan impiannya adalah impian saya sebagai orang tua.

 

Hmmm, terbayang rasanya berada di Raja Ampat. Aroma air laut yang fresh, hembusan angin laut yang menyampaikan wewangian atsiri dari pepohonan hutan Papua, bau pasir pantai yang menyegarkan, dan sinar mentari selalu menginspirasi, merangsang ide-ide dan kekuatan baru. Saya duduk di ujung anjungan perahu motor, menghirup dalam-dalam udara laut yang memabukkan. Saya memejamkan mata menikmati dinginnya air laut yang menerpa wajah. Sinar matahari sore kejinggaan perlahan bergeser menuju peraduannya. Perlahan kantuk pun menyerang, dan saya pun hilang kesadaran.

 

“Ibu! Ibu!” Terdengar teriakan kencang di samping telinga, “bangun! Sudah sampai nih, di rumah Uwa!” Saya menggeliat, merentangkan kedua tangan tinggi-tinggi dengan mulut menguap lebar. Enak sekali tertidur sebentar di siang hari seperti ini. Saya membuka mata yang terpejam. Saya melirik ke samping kiri dan kanan. Terlihat dua orang anak perempuan duduk di samping saya, bersila, sambil menutup hidung. Ha?

 

“Bau!” Seru mereka dengan suara sengau, akibat hidung tertutup. Masa sih? Saya pun mencium bagian kanan kiri lengan. Arrrgh!!! Seandainya saya pakai body spray atau deodorant, mungkin tidak akan sekecut ini aroma badan.

 

Saya teringat aroma yang selalu menginspirasi. Aroma lautan dan pantai. Sea Breeze yang segar atau floral yang feminim akan menjadi pilihan saya saat di rumah, di kantor, maupun saat liburan. Dengan wewangian bunga-bungaan, kayu, dan daun-daunan hijau yang memancarkan kesegaran tahan lama. Juga sensasi dingin akan menambah pancaran rasa percaya diri dan yang pasti menambah kesegaran.