Bali Dan "Jebakan" Liburan Yang Tak Terlupakan

9 shares
by Memez Heidy Prameswari / 15 May 2016

  "Please, kamu belajar menyelam dong sayang biar kalau kita liburan kemana-mana sambil diving," pinta suami. Ajakan ini berkali-kali saya tolak. tentu bukan tanpa sebab. Saya tidak bisa berenang dan berkali-kali nyaris tenggelam saat belajar berenang. Tentu saya trauma, saya takut, dan iming-iming liburan ke mana pun yang berkaitan dengan laut saya tolak.

Namun, pada akhir Januari silam, suami tiba-tiba mengajak saya untuk berlibur ke Bali. Ajakan ini tentu tidak saya tolak. Bali adalah tempat berlibur yang tidak pernah membuat saya bosan. Saat sampai di bandara Ngurah Rai, kami langsung dijemput oleh supir dari resort yang akan kami tempati selama empat hari ke depan. Jujur, saya tidak tahu ke bagian Bali sebelah mana saya akan diajak oleh Suami. Karena berkali-kali saya tanya, dia selalu menjawab rahasia.

Setelah  empat jam menempuh perjalanan, akhirnya kami tiba di sebuah resort di daerah Tulamben. Melihat lokasi penginapan kami yang bersinggungan langsung dengan laut, saya langsung cemberut. Saya merasa dijebak! Suami langsung menjelaskan maksud dan tujuannya mengajak saya ke Tulamben, Bali ini.


 











"Beneran, aku cuma mau kamu belajar diving. Kalau setelah ini kamu merasa tidak nyaman, kamu tidak perlu melakukannya lagi," jelas Suami. Sejujurnya, saya memulainya dengan rasa malas. Sampai saya dibawa ke sebuah ruangan kelas dengan televisi yang memutar video kehidupan bawah laut yang membuat saya takjub. Perlahan tapi pasti, saya mulai bersemangat. Apalagi Didi, Instrukturnya menerangkan segala hal dengan jelas dan membuat saya nyaman. 

Setelah mengikuti kelas teori, saya praktik menyelam di kolam renang resort ini. Sulit luar biasa ternyata. Tapi, Didi, sang Instruktur berkali-kali meyakinkan bahwa saya bisa melakukannya. Setelah puluhan kali mencoba, ternyata saya memang bisa. Kekhawatiran karena tidak bisa berenang perlahan pupus sudah. Bisa berenang atau tidak bisa berenang ternyata tetap membuat seseorang bisa menyelam.

Sebagai Instruktur, Didi menilai saya sudah bisa mengikuti ujian sesungguhnya, menyelam di dalam laut. Pakaian menyelam yang ketat ditambah teriknya matahari membuat saya grogi luar biasa. "Nih semprot ini dulu, biar pede," kata Suami sambil menyodorkan sebotol parfum, yang ternyata adalah Vitalis Eau De Cologne dengan varian Femme Chic. Aromanya sangat menenangkan dan membuat nyaman. Warna botolnya yang  biru mengingatkan akan birunya laut yang menciptakan suasana damai. 



Wajib dibawa saat Liburan



Persiapan yang terbilang matang ditambah aroma Femme Chic Vitalis yang menenangkan, membuat saya jadi begitu percaya diri saat mulai masuk ke dalam lautan. Berbagai teknik yang saya pelajari dari Didi, membuat saya tak menemukan kesulitan berarti saat bernafas hingga saat bergerak di dalam lautan. Keindahan bawah laut Tulamben membuat saya berhasil jatuh cinta dengan kegiatan diving.

Saya kian jatuh cinta dengan kegiatan diving saat menyelam di berbagai sisi kapal US Liberty yang karam di Tulamben sejak tahun 1963, yang ditembak oleh kapal selam Jepang pada tahun 1942.  Memasuki ruangan demi ruangan kapal kargo milik Amerika Serikat ini membuat saya begitu terpukau dengan keindahan bawah lautnya. Dari kedalaman mulai dari 10-30 meter, pemandangan bawah lautnya sangat memukau. Ribuan ikan warna warni dengan karang yang indah membuat siapapun pasti setuju bahwa negeri ini begitu kaya. Bukan hanya karena keindahan lautnya, tapi juga seluruh bagian dari negeri ini, yang membuat saya bertekad suatu saat akan mengelilingi untuk menikmati semua keindahan alamnya.

Tiga kali melakukan kegiatan penyelaman membuat seluruh ketakutan saya sirna sudah. Tak ada lagi kekhawatiran saat menikmati keindahan bawah laut hanya karena saya tak bisa berenang. Melihat antusiasme saya yang begitu besar usai melakukan penyelaman membuat Suami meledek saya, "Duh...kayaknya ada yang menyesal nih karena dijebak untuk belajar diving," katanya. Ledekan ini hanya membuat saya tersenyum simpul. Ya, saya dijebak Suami untuk belajar diving. Tapi, sungguh "jebakan" ini membuat saya senang. Saya ketagihan untuk menyelam. Ada perasaan tenang saat menikmati keheningan di dalam laut.

Dalam perjalanan kembali ke Jakarta, Suami bertanya kepada saya, kemana lagi kita akan melakukan kegiatan menyelam, "Lombok,!!!" jawab saya dengan penuh semangat. Semoga keinginan kami untuk melakukan penyelaman di Lombok bisa segera terlaksana.