Menjelajahi Sabang bersama Sobatku Si Vitalis

144 shares
by Adil Abdillah / 15 May 2016

      Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau, sambung-menyambung menjadi satu itulah Indonesia. Lagu ini menjadi lagu andalanku setiap kali dapat hukuman disuruh maju kedepan kelas dan menyanyi oleh guruku. Itu 13 belas tahun yang lalu ketika aku masih di bangku SD (Sekolah Dasar). Setiap kali jumpa dengan teman-temanku saat liburan kuliah dan balik ke kampung halaman, mereka selalu mengejekku sambil menyanyikan lagu "dari Sabang sampai Merauke" yang selalu diikuti gelak tawa. Mengingat masa-masa itu, aku terpaku dengan kata Sabang yang terdapat di awal lirik lagu ciptaan R. Suharjo ini. Sabang, ada apa dengan tempat ini. Apakah ini tempat yang terkenal, tempat yang maju, atau tempat yang bersejarah sehingga R. Suharjo memasukkannya didalam lirik lagunya. Sebagai kata pembuka lagi. Dari situ aku penasaran dengan Sabang. Aku mencari informasi tentang Sabang, bertanya kepada mbah Google dan berharap mbah Google memberi informasi. Eh, pertama kali mengetikkan nama Sabang di kotak pencarian langsung muncul berbagai destinasi wisata yang menakjubkan. Tulisan-tulisan tentang objek wisata dan tak lupa gambar-gambar keindahan pantai Sabang langsung terpampang di awal pencarian. Aku semakin penasaran dan mengumpulkan informasi-informasi tentang Sabang.

       Ternyata Sabang ini terdapat di Provinsi Aceh. Waduh, sangat jauh batinku. Karena aku berasal dari Mandailing Natal Sumatera Utara bisa-bisa kalau naik kendaraan darat menghabiskan waktu sekitar 30 jam nonstop. Itu pun kalau nonstop, bagaimana kalau ada jeda waktu istirahat bisa-bisa 3 hari 3 malam. Ya, perkiraanku tidak meleset. Setelah mencari informasi tentang perjalanan dari kampungku ke Aceh tepatnya menghabiskan waktu 3 hari 3 malam. Perjalanan yang melelahkan, bisikku.

        Setiap kali aku ceritakan niatku untuk berlibur ke Sabang, ibuku selalu berkata "ngapain jauh-jauh ke Sabang, mending ke Padang aja. Ke Padang cuma 11 jam, ke sabang bisa-bisa kamu 7 hari 7 malam baru nyampe". Mendengar alasan itu, aku tidak pernah lagi menyampaikan keinginanku untuk mengunjungi Sabang karena aku tau jawaban apa yang akan diberikan ibuku dan itu mematahkan hatiku yang ingin berjumpa dengan Sabang.

           Walaupun demikian aku tidak akan melupakan Sabang. Terlalu indah untuk dilupakan. Sabang sudah menjadi bagian mimpiku. Di Bucket List Traveling ku sudah terpampang nama Sabang. Keindahan-keindahan destinasi pantai Sabang akan selalu membayangi malam sebelum tidurku. Membayangkan perjalanan backpackerku yang indah. Dimulai dengan style ala backpacker, ransel yang mengepul, disaku ransel ada sebotol minuman, topi ala traveler dan tak lupa kaca mata hitam yang menggantung di kerah T-Shirt ku yang bertuliskan my trip my adventure. Melangkah menaiki kapal penyeberangan jalur laut di Pelabuhan Ulee Lheu  Banda Aceh menuju pelabuhan Balohan di Sabang. Berdiri di bagian depan kapal sambil merentangkan kedua belah tangan seperti adegan di film Titanic. Dan tak lupa, setelah berdesak-desakkan dengan penumpang lain. Bau keringat yang tidak sedap, ku semprotkan sobatku si Vitalis: Eau De Cologne. Aku paling suka aroma ini. Aromanya tidak menyengat dan membuat perasaan terasa lebih rileks.

         Mengunjungi tugu  kilometer 0 (nol) Indonesia yang merupakan saksi garis depan wilayah paling timur Indonesia. Dan yang paling menjadi impian travelingku selama ini adalah mengunjungi pulau Iboih dan Snorkling disana. Destinasi pantai yang mengagumkan dengan keindahan bawah laut yang super amazing. Membelah laut dengan perahu khusus menuju Iboih, mentari pagi diufuk barat memberikan senyum padaku. Aku akan menyelam bersama ikan-ikan. Ya, kita pasti tau ikan Nemo yang menjadi tokoh utama di film kartun "Finding Nemo". Aku ingin sekali menyapanya. Mengajak Selfie si "Finding Nemo". Pasti si Nemo kepengen sekali narsis bersamaku. Saat menjelang malam aku kembali dan bermalam di penginapan Gapang Beach Resort. Menikmati pemandangan dan bersantai di resort ini. Paginya berjemur dengan memakai kemeja pantai ala spanyol dengan celana pendek, mengenakan kacamata hitam dan tak lupa segelas jus jeruk lengkap dengan irisan jeruk yang masih segar. Wah, kapan hal itu kesampaian ya Tuhan.

        Tenang saja sobatku Vitalis: Eau De Cologne, aku akan membawamu selalu kemanapun travelingku. Kita akan menjelajah bersama, jika harus memilih perlengakapan wajib yang harus dibawa dan Ranselku kepenuhan. Kupastikan kamu berada diposisi yang senyaman mungkin, karena kamu adalah sobatku yang memberikan kelembutan aroma dan merilekskan pikiranku. Kita akan berpetualang bersama, mengunjungi tempat-tempat wisata yang mengagumkan. Dengan aroma kelembutan Eau De Cologne mu, aku akan semakin bergairah berpetualang. Dan tak lupa sobatku, doakan semoga kita diberi kesempatan untuk berpetualang bersama lagi bersama Vitalis My Exotic Vacation.