Menari di Atas Lovina

0 share
by salman khalif / 15 May 2016

Menepati sewindu atau delapan tahun yang lalu yaitu 2008, saya ingin kembali mengunjungi Pulau Dewata. Namun kali ini saya prioritaskan ke tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Sebuah tempat yang waktu itu direferensikan secara pribadi kepada saya oleh tourguide yaitu Pantai Lovina, yang katanya banyak ikan lumba-lumba hidup bebas disana. Mendengar itu saya langsung berniat suatu saat nanti liburan ke Bali lagi saya harus kesana, karena pada saat liburan itu tempat wisata yang dikunjungi mayoritas ada di Bali bagian selatan, sedangkan Pantai Lovina ada di Bali bagian utara tepatnya 10 km ke arah barat kota Singaraja. Lokasinya di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali. 

Setelah kembali ketempat asal hingga lulus SMA bahkan kuliah diluar kota hingga bertahun-tahun berlalu belum lagi saya ada kesempatan berlibur ke Bali dikarenakan berbagai aktivitas yang cukup padat dan kurangnya waktu yang memadai, karena tidak mungkin saya mengunjungi Bali hanya dalam hitungan beberapa hari. mengingat saya adalah seorang petualang,  setidaknya dua minggu untuk benar-benar menikmati udara Pulau Dewata mulai dari gunung, sawah, danau, pantai dan tempat wisata lain yang sangat banyak dengan berbagai wahananya yang harus dicoba.

Hingga tahun inipun masih ada rencana ke pulau tersebut dan ini bertepatan sewindu yang lalu. Entah bagaimana Bali sekarang dari perubahannya delapan tahun berlalu. yang jelas saya benar-benar merindukan pulau itu mulai dari budaya, adat istiadat, kearifan lokal, keramahan, kesenian, musik, alam dan sebagainya...segala keindahannya tentang daya tarik tersendiri dan khas yang menenangkan jiwa. Dan lagu Lembayung Bali dari Saras Dewi yang tak sengaja berlantunan selalu mengingatkan langsung tentang sosok pulau itu, hingga alunan musik dan liriknya tak asing ditelinga saya. "Andai ada satu cara tuk kembali menatap agung suryamu...Lembayung Bali".

Kenapa harus Pantai Lovina, karena rasa penasaran yang hingga kini belum terobati dan karena saya pecinta satwa, apalagi satwa cerdas dan lucu yang tidak semua di perairan laut Negara Kesatuan Republik Indonesia ada. Saya lebih suka bersentuhan  langsung dengan alam dan melihat satwa secara langsung yang hidup bebas pada habitatnya, hal inilah yang menjadikan lebih bersyukur. Selain itu karena ada teman saya yang merantau mengadu nasib di Bali.

Berdasarkan informasi yang saya peroleh dan juga dari teman tersebut, jika ingin melihat lumba-lumba harus naik kapal dini hari setelah subuh. Disana juga disediakan persewaan alat snorkeling, bayangkan betapa asiknya berenang dan menyelam setelah melihat lumba-lumba yang berenang, melompat bergantian di atas air bagaikan penari dari samudera.

Sedangkan aroma wewangian yang paling saya suka adalah aroma laut, karena pada saat mencium aroma ini saya langsung terbayang birunya air laut dengan angin yang bertiup sejuk dan segar, sangat mendamaikan dan sesuai dengan liburan impian saya.