BALI; TEMPAT LIBURAN IMPIANKU

3 shares
by Irawati Hamid / 15 May 2016

Sejak dulu, setiap kali pertanyaan “di manakah destinasi wisata impian yang ingin dikunjungi?” diajukan pada saya, jawaban saya selalu sama “BALI”. Yup, pulau Dewata adalah tempat liburan impian saya sejak dulu.

Sejak lama saya selalu berdoa agar suatu saat bisa ke sana. Doa saya hampir terkabul pada awal tahun 2007 silam. Saat itu kampus kami melakukan study banding ke beberapa kampus di pulau Jawa dan Bali.

Baru mendengar info akan ke bali saja, hatiku sudah bahagia banget. Saya berpikir, mungkin saat itulah doa yang saya panjatkan sejak lama akan terkabulkan. Setelah tujuh hari mengelilingi pulau Jawa, di hari kedelapan rombongan kami bersiap menuju Bali. Rencana kami saat itu, kami akan ke Bali menggunakan jalur laut via pelabuhan Banyuwangi.

Ternyata impian saya kandas di tengah jalan. Saat kami menuju pelabuhan, sopir bus yang mengantar kami mendapat info bahwa antrian di pelabuhan sudah mencapai tiga kilometer. Banyak kendaraan yang sudah berhari-hari mengantri di pelabuhan belum diberangkatkan karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Ketinggian ombak mencapai beberapa meter hingga menyebabkan kapal feri tidak bisa beroperasi.

Mendengar kabar buruk itu, seketika hati saya terluka. Impian saya untuk melihat keindahan dan keeksotikan pulau dewata pupus sudah. Dana yang pas-pasan tidak memungkinkan kami untuk membeli tiket pesawat menuju Bali. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke Makassar tanpa menginjak pulau Dewata terlebih dahulu. Hiks..

Kekecewaan saya saat itu tidak menyurutkan semangat saya untuk bermimpi jalan-jalan ke pulau Dewata. Malah, impian saya semakin kuat. Namun saya sadar, saya belum punya cukup dana dan waktu untuk bisa ke sana. Yang terus saya lakukan adalah berdoa. Doa yang selalu sama; semoga suatu saat nanti saya bisa menginjakkan kaki ke sana, amin.

Keinginan saya pergi ke pulau Dewata masih sama besarnya seperti dulu. Hingga lima tahun kemudian, tepatnya awal tahun 2012 yang lalu saya diberi kesempatan lagi untuk pergi ke sana secara gratis. Iya, ada kegiatan kantor yang diselenggarakan di Bali dan saya menjadi salah satu kandidat yang akan berangkat. Namun lagi-lagi takdir berkata lain, saya tidak jadi berangkat karena anak saya yang saat itu baru berusia lima bulan sakit. Dengan berat hati saya harus ikhlas melepaskan kesempatan emas itu.

Lalu apakah impian saya ke Bali mulai pupus? Jawabannya tidak. Impian itu semakin tumbuh subur dalam hati saya dan sampai saat ini saya masih yakin bahwa suatu saat nanti saya pasti bisa ke sana. Mungkin bagi sebagian orang, pergi ke Bali adalah sesuatu yang mudah, namun tidak untuk saya. Berhasil menginjakkan kaki di pulau Dewata berarti berhasil mewujudkan satu impian saya.


Mengapa harus Bali??

Ada banyak tempat wisata di Indonesia, mengapa harus Bali? Sudah sering saya mendengar pertanyaan ini. Maka jawaban yang bisa saya berikan adalah karena Bali menawarkan semua wisata yang saya inginkan. Saya menyukai pantai, saya suka berbelanja barang-barang dengan harga murah (untuk hal yang satu ini saya yakin semua orang pasti suka), juga sejak lama pengen melihat habitat monyet. Sejak dulu saya bermimpi untuk jalan-jalan di suatu daerah yang di sepanjang jalannya di kelilingi bangunan eksotis sekaligus ingin menyaksikan tarian kecak yang sangat melegenda itu. Di mana lagi pulau yang bisa menawarkan semua itu? saya merasa Bali-lah tempat terbaik.


Belanja barang murah meriah di Pasar Seni Sukowati


sumber: foto: fantasticbali.com


Tanah Lot yang sangat terkenal

sumber: http://webwisata.com/wisata-tanah-lot-wisata-pantai-dan-religi-di-bali.html/sunset-tanah-lot-bali


Sunset di Pantai Kuta

sumber: http://wisatatempat.com/pantai-kuta-bali/


Bercengkerama bersama monyet di Monkey Forest



Tari Kecak yang Melegenda dan penuh mistis


Itulah beberapa hal yang menjadi alasan saya ingin berkunjung ke pulau Dewata. Beberapa hal yang rasanya masih sulit saya temukan di daerah lain.


Lokasi Wisata & Wewangian yang saya pakai

Lokasi wisata impian saya ini mungkin sedikit banyak dipengaruhi oleh wewangian yang saya pakai sehari-hari. Sejak dulu, saya suka banget sama
parfum atau cologne yang wanginya lembut dan tidak menusuk hidung. Terlebih setelah hamil dan melahirkan anak saya lima tahun yang lalu, hidung saya semakin “rewel” terhadap wewangian. Sedikit saja menghirup wewangian yang tidak sesuai, maka saya akan langsung bersin dan mual.


Setelah melahirkan saya semakin kesulitan mencari wewangian yang cocok di hidung saya. Setelah mencari dan mencoba banyak wewangian, akhirnya saya menemukan satu merek wewangian yang sangat cocok dengan hidung saya. Tidak hanya cocok dengan hidung saya, tapi suamipun menyukai wanginya. Wewangian itu adalah Vitalis Body Scent Blossom Special Admiration.


wewangian yang menemaniku sepanjang hari


Memakai Vitalis Body Scent Blossom Special Admiration membuat saya percaya diri sepanjang hari. Walau seharian beraktivitas saya tidak khawatir dengan aroma tubuh saya karena aroma Vitalis Body Scent Blossom Special Admiration yang saya pakai wanginya sangat bertahan lama di tubuh saya.

Menikmati liburan di tempat impian ditemani wewangian yang menenangkan adalah hal yang sudah lama saya impikan. Akankah impian saya akan terwujud dalam waktu dekat? Semoga saja, amin..