Aroma Memiliki Kaitan Erat Dengan Memori

Aroma atau wewangian tertentu ternyata memiliki hubungan yang sangat erat dengan kesan dan memori. Menurut psikolog Kasandra Putranto, aroma bisa membawa seseorang akan sebuah memori, tempat, atau bahkan sebuah peristiwa. Hubungan itu bisa terjadi karena memang indera penciuman serta emosi berakar di jaringan yang sama pada struktur otak manusia, yaitu sistem limbik. “Tidak hanya aroma yang wangi, tapi bisa juga aroma minyak kayu putih atau bawang merah saat sakit di masa kecil. Memori itu melekat di otak kita,” kata Kasandra dalam acara peluncuran varian baru Vitalis di Jakarta, Selasa (25/8/2015). Lebih lanjut lagi, Kasandra juga mengatakan bahwa pemilihan aroma parfum terkait dengan kepribadian seseorang. Pemilihan aroma itu, menurutnya, merupakan upaya untuk meninggalkan kesan tertentu, terutama saat berinteraksi dengan orang lain. “Misalnya orang yang ceria atau pendiam, akan memilih aroma yang berbeda,” ujarnya. Sementara itu, fragrance expert Anne-sylvie Selezneff mengatakan seseorang bisa saja setia pada satu aroma atau wewangian tertentu, tapi ada juga orang yang memilih parfum sesuai mood. Aroma juga bisa membangkitkan emosi positif. Sebagai contoh, aroma citrus yang membuat seseorang lebih semangat dalam menjalani aktivitas. Di sisi lain ada pula aroma rose (mawar), yang erat kaitannya dengan kesan mewah, karismatik, dan elegan. “Dia bisa saja memilih aroma citrus untuk merasa lebih berenergi, namun untuk kesan lainnya, seseorang akan memilih aroma yang berbeda,” kata Anne. Dalam acara tersebut, Unza Vitalis meluncurkan dua varian Eau de Cologne terbaru, yaitu wangi Celebrite dan Glam Star. Dua wewangian ini mengambil inspirasi dari kesan glamor para selebriti di Hollywood dan Cannes. Celebrite mengambil kombinasi wangi citrus bergamot, rose, dan gourmand. Sedangkan wangi Glam Star merupakan perpaduan wangi citrus mandarin, white flooral, dan woody.   Andhina Wulandari, 26 Agustus 2015, bisnis.com