Kecantikan

Tak Cuma Melembutkan, Alpukat Juga Ternyata Mengandung Antivirus yang Baik untuk Kulit

Date Posted Article Icon 24 August 2020

Popularitas Alpukat sebagai superfood memang tidak perlu diragukan lagi. Selain baik untuk dikonsumsi langsung, Alpukat juga sering digunakan sebagai bahan dasar produk perawatan kulit, termasuk sabun mandi. Berikut adalah beberapa manfaat Alpukat untuk kulit.

Mengandung Antivirus yang Baik untuk Kulit

Saat beraktivitas, virus penyebab penyakit rentan menempel pada kulit jika bersentuhan dengan orang lain atau benda-benda yang terkontaminasi virus. Namun, hal tersebut tidak akan membuatmu mudah terpapar jika kamu membersihkan diri dan mandi dengan sabun. Manfaat membersihkan dari sabun akan dirasakan lebih optimal jika mengandung ekstrak Alpukat.

Tidak banyak orang yang tahu bahwa Alpukat mengandung antivirus yang baik untuk kulit. Kandungan vitamin B, vitamin E, Potasium, dan lemak tak jenuh (monounsaturated fatty acid) baik untuk menutrisi kulit. Zat bioaktif dalam Alpukat tersebut mengandung flavonoid, alkaloid, steroid, dan carotenoid yang mampu merusak struktur virus penyebab penyakit (1). Virus yang menempel pada permukaan kulitmu akan rusak dan gagal masuk ke tubuh bila terpapar zat bioaktif yang berasal dari Alpukat.

Membantu Menjaga Kelembapan Kulit

Selain mengandung vitamin E yang baik untuk kulit, Alpukat juga kaya kandungan Kalium dan Lesitin yang penting untuk menjaga kelembapan kulit. Kondisi kelembapan kulit memang rentan terganggu Paparan sinar matahari dan polusi udara berisiko membuat kulitmu jadi kering dan kusam. Itulah sebabnya kulitmu membutuhkan asupan nutrisi dari Alpukat agar senantiasa lembap, tetap sehat, dan terjaga dari gejala penuaan dini.

Merawat Kulit yang Terbakar Sinar Matahari (Sunburn)

Paparan sinar matahari yang berlebihan pada permukaan kulit bisa menyebabkan gangguan kesehatan berupa kemunculan ruam, perubahan warna kulit menjadi gelap, serta sensasi terbakar pada permukaan kulit. Bila hal tersebut dibiarkan begitu saja, maka risiko kanker kulit pun akan semakin besar. Kulit yang terbakar sinar matahari harus mendapatkan asupan nutrisi yang cukup supaya proses regenerasinya berlangsung maksimal. Buah Alpukat bisa menjadi salah satu sumber nutrisi alami yang baik untuk merawat kulit setelah terbakar sinar matahari. Vitamin D, Vitamin E, protein, Beta karoten, dan asam lemak esensial dalam Alpukat akan membuat kulit lebih rileks dan tetap sehat ternutrisi.

Membantu Proses Penyembuhan Luka

Luka pada kulit pasti membuatmu jadi kurang percaya diri saat beraktivitas bersama orang lain. Sebuah studi kesehatan yang dilakukan pada tahun 2013 menunjukkan bahwa kandungan asam lemak esensial dan asam oleat dalam Alpukat dapat membantu mempercepat penyembuhan luka. Kedua zat tersebut dapat meningkatkan proses sintesis Kolagen dalam tubuh sehingga jaringan ikat yang baru dapat segera menggantikan sel-sel kulit yang mati akibat luka.

Mengurangi Risiko Munculnya Gejala Penuaan Dini

Kamu akan terlihat lebih tua dari usiamu yang sebenarnya bila kulitmu kering dan kusam. Kulit juga butuh asupan nutrisi secara teratur agar proses regenerasi sel-selnya berlangsung lancar. Kandungan lemak sehat dan nutrisi yang terdapat dalam Alpukat bisa membantu mengurangi risiko munculnya gejala penuaan dini. Sabun mandi yang mengandung ekstrak Alpukat dapat memudahkanmu memperoleh manfaat alpukat untuk membantu menjaga elastisitas kulit sehingga kamu tampak awet muda.

Kini, kamu tahu kan kalau Alpukat adalah buah istimewa yang memiliki segudang manfaat untuk kulitmu. Manfaat

Yuk, gunakan sabun mandi Vitalis Soft Beauty Kulit yang tetap sehat dan bebas virus penyebab penyakit akan membuatmu merasa nyaman beraktivitas dan selalu percaya diri.

 

Referensi:

(1) Jaquelina Julia Guzmán-Rodríguez et al. Antibacterial Activity of Defensin PaDef from Avocado Fruit (Persea americana var. drymifolia) Expressed in Endothelial Cells against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Biomedicine and Biotechnology: Public Health Impact 2013.

popsci.com/avocado-pit-medicine/

medicalnewstoday.com/articles/321543

nature.com/articles/s41598-018-36714-4

 

 

 

Tags :
Previous Post
Next Post